Noah berjalan masuk kedalam gedung markas divisinya setelah memakirkan mobil sedannya yang berada di samping gedung. Dia harusnya menemui Kak Yi lebih dulu untuk laporan tentang misinya di gedung utama. Tetapi, Ia diberitahu salah satu seniornya bahwa Kak Yi masih berada di gedung divisinya karena masih menemui anggota barunya. Langkah menggema digedung tua itu apalagi lorong gelap dan minim cahaya itu. Noah melangkah mantap menuju ke salah satu ruangan yang berada di pojok lorong, ruang meeting dan serbaguna.

Noah membuka pintu dan alangkah terkejutnya melihat seseorang dengan rambut agak panjang dan bewarna coklat terang. Nafasnya langsung berhenti dan matanya tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pria cantik yang pasti diyakini Noah bahwa anggota barunya. “Bajingan” batin Noah, dia tidak menyangka bahwa Joseph benar atas dugaannya bahwa memang benar dia sangat tipenya sekali. Apalagi badannya yang kecil dan lebih pendek darinya, Demi Tuhan Noah memikirkan bagaimana pasnya tubuh itu jika masuk kedalam pelukannya.

“Laporan, Noah.” Ujaran Kak Yi membuatnya tersadar dan melangkah kedalam ruangan dan berdiri di samping anggota baru itu. Aroma citrus menguar ketika Noah berdiri disamping anggota barunya. Dia berusaha menjaga mimik wajahnya dikala berdiri disamping pria cantik itu. “Semua berjalan lancar Kak Yi, Saya menugaskan Sean untuk mengawasi sisa urusan disana. Saya juga bergegas untuk datang ke Markas karena mendengar ada anggota baru di divisi saya.” Jelas Noah dengan intonasi datar yang dia jaga agar tidak gugup.

Kak Yi mengangguk dan melirik Noah, “Ini Winston Aster, dia lebih muda 2 tahun darimu, Saya sudah memperkenalkannya kepada Elliot dan Joseph. Jadi tolong itu tanggung jawabmu Noah, apapun kesalahan dia, Kau tahu itu pasti karenamu karena dia anggota baru.” Ujar Kak Yi mantap dan langsung meninggalkan mereka berdua.

Noah menghembuskan nafas kasar karena dia selalu tidak menyukai rasa sesak dan tegang jika berhadapan Kak Yi walaupun dirinya sudah berada di Kelompok Yi hampir 7 Tahun. “Gua Noah, gua senior di divisi East Eagle.” Noah menatap Winston dengan tatapan agak melembut. “Winston Aster.” Balas Winston datar dan terkesan cuek. Noah hanya tersenyum miring tipis, dia benar-benar tertarik dengan Winston apalagi sikapnya terkesan acuh dan enggan dekat dengannya.

“Gua tarik kata-kata gua Josh, He’s Mine.” Teguh Noah sembari menatap Winston dengan senyum tipis.